Triono Wibowo, Alumni Fakultas Hukum Unair Wakil Menteri Luar Negeri Pertama di Indonesi

Wakil Menteri Luar Negeri ini sangat bangga menjadi lulusan Airlangga. Berkat ‘kawah candradimuka’ yang ia rasakan di Fakultas Hukum, Triono Wibowo, alumni FH Unair angkatan 1973 ini berhasil menjalani sejumlah jabatan penting.

Mulai dari menjadi duta besar di Austria dan Slovenia hingga menjadi Wakil Menteri Luar Negeri.
Menjadi wakil menteri luar negeri, adalah sebuah amanah yang cukup berat baginya. Sebagai wamenlu ia mempunyai tanggung jawab untuk membantu tugas menteri luar negeri dalam menjalankan misi nasional menjalin hubungan dengan dunia internasional. Apalagi ia adalah wakil menteri luar negeri yang pertama di Indonesia.

Ia terpilih menjadi wamenlu melalui proses seleksi yang ketat. Triono Wibowo juga pernah berjasa dalam penyelesaian kasus penyanderaan WNI di Irak. Ia juga orang pertama yang membantu menerjemahkan visi Deplu selama ini. Mantan Dubes Austria dan Slovenia itu juga memiliki pengalaman lengkap dalam bidang ekonomi, politik, dan manajemen. Secara struktural, ia bertugas menggantikan menlu dalam pertemuan-pertemuan baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu ia juga berkewajiban meneruskan hubungan kerja sama ekonomi atau hasil kesepakatan-kesepakatan luar negeri.

Selain menjadi dubes, Triono juga menjadi anggota Badan Tenaga Atom Internasional dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak OPEC, staf ahli Menlu bidang manajemen departemen, Kepala Biro Kepegawaian, serta Sekretaris Dirjen AS dan Eropa Deplu.

Mengawali karir sebagai staf di Departemen Luar Negeri sejak 29 tahun lalu, Triono mengakui setiap orang sebenarnya punya opportunity yang sama untuk menjadi berhasil. “Semuanya kembali kepada diri masing-masing. Kita sudah dapat bekal yang sama saat digembleng di bangku perkuliahan, tinggal bagaimana kita memanfaatkan potensi yang kita miliki dengan sebaik-baiknya,”ujarnya ketika menjawab apa kunci suksesnya.

Penyuka soto kikil dan wajik ini juga lebih senang mengendarai sepeda motor. “Saya lebih senang mengendarai sepeda motor daripada naik mobil,”imbuhnya. Dalam menjalankan karirnya, ia selalu berusaha agar tak berhenti belajar. Ia pun tak sepenuhnya percaya dengan namanya hambatan. “Hambatan itu sebenarnya diciptakan dari diri kita sendiri. Jadi jangan sering menyalahkan orang lain jika ada sesuatu yang mengganjal langkah kita. Mungkin sebabnya justru dari diri kita sendiri,”tuturnya arif. Wnd

 

Dinamika Unair

Search

Alumni berprestasi

Ayu “Pengajar Muda” Sambang Kampus

 

Ayu Kartika Dewi, Pengajar Muda, yang direkrut Indonesia Mengajar pimpinan Anies Baswedan angkatan pertama bertugas di Halmahera Selatan sambaing kampus Universitas Airlangga. Jumat, 6 Mei 2011, bertempat di Perpustakaan kampus B, Ayu berbagi pengalaman yang dikemas dalam bentuk story telling dengan siswa SMA di wilayah Surabaya dan mahasiswa Universitas Airlangga.

Read more...

Whois online

We have 13 guests and no members online