Tugas Pakdhe Alumni FH Masih Cukup Berat

 

Tanggal 12 Februari 2009 mungkin merupakan salah satu hari yang tidak akan terlupakan bagi sepasang gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur setelah tiga kali putaran lakon pemilihan gubernur. Pilihan gubernur yang terbilang sangat bertele-tele dan berekor masalah ini akhirnya membuahkan kemenangan bagi pasangan Soekarwo dan Syaifullah Yusuf.
Pasangan gubernur dan wakil gubernur Jatim yang harus melakoni lima tahun jabatan ini disambut dengan bencana banjir yang terjadi di enam kota di Jatim, seperti Malang, Lamongan, Madiun, dan Jember. Melihat bencana yang melanda warga, pasangan ini mengagendakan kunjungan sekaligus penggalangan bantuan untuk mereka yang dilanda bencana langganan yang hampir tiap tahun datang. Warga Madiun, salah satu kota yang dilanda banjir dan dikunjungi gubernur baru, terlihat senang menyambut kedatangan gubernur untuk melihat kondisi dan memberikan bantuan kepada mereka meskipun pada kenyataannya rumah mereka tergenang air bah.

Selain agenda ini, salah satu bukti keseriusan Soekarwo dalam mengemban amanah sebagai orang nomor satu di Jatim juga ditunjukkan dengan adanya pertemuan antara gubernur dengan para konsulat jendral di JW Marriot, 2 Maret 2009 lalu. Seperti yang dilansir dari situs milik pemerintah Provinsi Jatim, Pakdhe Karwo, begitu sapaannya, akan berupaya menjalin kerja sama dengan investor asing dalam mengembangkan Jatim, utamanya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan air bersih.

Read more...

Bermula dari sales representative mengantar Herry menjadi Peneliti Berdaya Saing

Mungkin tidak banyak orang yang berpikir bahwasannya kotoran sapi mampu disulap menjadi jutaan rupiah dalam produksi Al-Subur fertilizer. Namun inilah yang mengendap dalam pikiran seorang dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Herry Agoes Hermadi, drh, M.Si, bagi sebagian besar keluarga civitas akademik UNAIR nama ini sudah tidak asing lagi. Terlebih lagi dengan berbagai penemuannya yang mampu mengangkat nama UNAIR di mata khalayak.
Dosen FKH UNAIR yang saat ini tengah menempuh S3 (Progam Doktoral) telah banyak mencetak uang dari buah pikirannya selama ini. "Awalnya, saya banyak belajar dari Puslitbio Energi Lemlit UNAIR", tutur mantan tim peneliti Lembaga Penelitian UNAIR yang berkedudukan di Kampus C UNAIR. Dari lembaga yang notabene beranggotakan para peneliti UNAIR ini, Herry banyak belajar, dan rupanya menjadi bagian dari orang-orang intelek membuat dosen yang lahir pada 23 Agustus 1959 ini semakin terpacu clan mengembangkan ilmu yang telah diperoleh selama duduk di bangku kuliah. Fokus utama dari bapak 2 anak yang telah menjadi dosen sejak 21 tahun silam ini adalah peternak dan petani, khususnya ternak sapi. Dengan memanfaatkan feses sapi, Herry mampu mencetak uang.

Read more...

Dinamika Unair

Search

Alumni berprestasi

Ayu “Pengajar Muda” Sambang Kampus

 

Ayu Kartika Dewi, Pengajar Muda, yang direkrut Indonesia Mengajar pimpinan Anies Baswedan angkatan pertama bertugas di Halmahera Selatan sambaing kampus Universitas Airlangga. Jumat, 6 Mei 2011, bertempat di Perpustakaan kampus B, Ayu berbagi pengalaman yang dikemas dalam bentuk story telling dengan siswa SMA di wilayah Surabaya dan mahasiswa Universitas Airlangga.

Read more...

Whois online

We have 66 guests and no members online